Total Pageviews

Friday, August 26, 2011

Alberto Aquilani Resmi Milan

Aquilani Resmi Gabung Milan
Wirawan Kusuma | Tjatur Wiharyo | Kamis, 25 Agustus 2011 | 23:16 WIB

DAYLIFE
Gelandang Liverpool, Alberto Aquilani (Merah).

MILAN, KOMPAS.com - Gelandang Alberto Aquilani, resmi meninggalkan Liverpool dan bergabung dengan AC Milan, dengan status pinjaman selama satu musim. Aquilani juga berpeluang direkrut secara permanen, jika bermain sebanyak 25 kali selama masa pinjam.

"Aku sangat senang bisa tiba di sini, ini merupakan titik balik dari karierku. Aku datang ke Milan untuk bermain bagus dan ini merupakan tanggung jawab yang bagus untukku," kata Aquilani kepada wartawan setelah lolos tes medis, Kamis (25/8/2011).

"Klausul soal harus membuat 25 penampilan? Itu bukan masalah untukku dan aku tak memikirkan soal itu. Aku akan melakukan segalanya untuk mendapatkan kepercayaan tim," lanjutnya.

Milan sebenarnya sudah lama mengincar Aquilani. Sejak kepergian Andrea Pirlo ke Juventus, akhir musim lalu, Milan memang butuh sosok pengatur serangan. Nah, "I Rossoneri" menilai, Aquilani merupakan sosok yang tepat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Pirlo.

Menjawab soal ini, Aquilani mengaku siap untuk mengambil tanggung jawab ini. "Aku punya karakter berbeda dengan Andrea Pirlo, tapi ini merupakan tanggung jawab bagiku. Aku percaya bisa bermain dalam posisi apapun di lini tengah," ujar Aquilani. (SCN)

Tuesday, August 23, 2011

Penyerangan Milan

Berlusconi Ingin Lihat Trio Ibra-Pato-Cassano
Viriya Paramita | Aloysius Gonsaga | Selasa, 23 Agustus 2011 | 20:29 WIB

AFP
Penyerang AC Milan, Alexandre Pato.

KOMPAS.com - Pemilik AC Milan sekaligus Perdana Menteri Italia saat ini, Silvio Berlusconi, mengungkapkan pendapatnya soal barisan lini serang "Rossoneri" musim depan. Ia merasa pelatih Massimiliano Allegri harus membangkucadangkan Robinho untuk memberi tempat pada trio Ibra-Pato-Cassano.

Allegri jelas menghadapi dilema musim depan, dalam artian yang positif tentunya. Hal itu karena Milan memiliki empat penyerang tangguh berkemampuan tinggi dalam diri Antonio Cassano, Alexandre Pato, Robinho dan Zlatan Ibrahimovic. Musim lalu keempat penyerang tersebut harus tampil bergantian akibat kebijakan rotasi Allegri, tapi ternyata Berlusconi punya pemikirannya sendiri tentang hal tersebut.

Saat ditanyakan wartawan perihal lini depan Milan, ia menjawab, "Penyerangan kami? Dalam opini saya kami harus bermain dengan Ibra dan Pato, dengan Cassano bermain di belakang dua penyerang tersebut."

Hal ini secara tidak langsung ikut menepis rumor yang mengatakan bahwa Cassano akan segera hijrah dari Milan ke Fiorentina. Selain itu, mantan penyerang Manchester City, Robinho, juga harus berhati-hati dan terus meningkatkan performanya bila tak mau kehilangan tempat di tim utama.

Tuesday, August 16, 2011

Berita Milan

Schweinsteiger Buka Pintu untuk Milan
Jonathan Pandapotan | Tjatur Wiharyo | Rabu, 17 Agustus 2011 | 01:56 WIB

AFP
Gelandang Bayern Muenchen, Bastian Schweinsteiger.

MUENCHEN, KOMPAS.com - Gelandang Bayern Muenchen, Bastian Schweinsteiger, menilai AC Milan adalah salah satu klub terbesar di dunia. Pemain 26 tahun itu pun tak menutup kemungkinan suatu saat nanti akan pindah ke Serie-A dan bermain bersama "I Rossoneri".


"Milan adalah klub besar. Jangan pernah bilang tidak akan. Jadi, kita hanya perlu menunggu dan melihat apa yang akan terjadi," ucap Schweinsteiger.

Menurut pemberitaan di Italia, Milan masih mencari satu gelandang baru sebelum jendela transfer ditutup pada 31 Agustus mendatang.

Klub yang meraih scudetto musim lalu itu disebut siap menawar Schweinsteiger dengan harga 25 juta euro atau sekitar Rp 306 miliar. Schweinsteiger sendiri masih terikat kontrak sampai 2016.

Selain Schweinsteiger, media-media Italia juga memberitakan Milan membidik gelandang Fiorentina, Riccardo Montolivo, gelandang Liverpool, Alberto Aquilani.

Milan Tak Mampu Rekrut Kaka
Jonathan Pandapotan | Tjatur Wiharyo | Rabu, 17 Agustus 2011 | 01:08 WIB

AFP
Gelandang Real Madrid, Ricardo Kaka.

MILAN, KOMPAS.com - Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani, minta maaf kepada Milanisti (pendukung Milan) karena klubnya tak mampu mendatangkan Ricardo Kaka dari Real Madrid, baik secara permanen atau pun pinjaman. Menurut Galliani, klubnya tak mampu membiayai transfer dan gaji pemain asal Brasil tersebut.


"Ketika Kaka pergi ke Madrid, saya sedih. Namun, harganya terlalu tinggi untuk Milan. Kaka juga harus memotong gajinya jauh lebih besar dari yang dilakukan Cesc Fabregas untuk pindah ke Barcelona," tutur Galliani.

Sesuai peraturan di "Negeri Matador", jika Milan ingin meminjam Kaka, maka "I Rossoneri" harus membayar gajinya secara penuh. Adapun jika membeli, menurut Transfermarkt, harga Kaka saat ini adalah 26,5 juta euro atau sekitar Rp 325 miliar.

"Kami harus mendatangkan Kaka secara permanen. Jika tidak, sesuai sistem fiskal Spanyol, meminjam Kaka akan menciptakan masalah biaya besar. Bagi kami, merekrut Kaka berarti harus dilakukan secara permanen dan bukan pinjaman," jelasnya.

"Saya minta maaf kepada para pendukung, tapi kedatangan Kaka tidak bisa dilakukan," tukas Galliani.

Allegri Janjikan Tempat untuk Cassano
Wirawan Kusuma | Hery Prasetyo | Selasa, 16 Agustus 2011 | 00:02 WIB

AFP
Gelandang AC Milan, Antonio Cassano.

MILAN, KOMPAS.com - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, tak bisa memastikan masa depan striker Antonio Cassano. Namun, jika akhirnya sang pemain memilih bertahan, Allegri akan memberikan kesempatan lebih kepadanya.


Media Italia berspekulasi bahwa Cassano memang berniat hengkang dari San Siro. Mantan striker AS Roma dan Sampdoria ini ingin bermain lebih sering sebagai starter untuk menjamin posisinya di Tim nasional Italia.

Ya, jika berada di Milan, kesempatan Cassano untuk tampil reguler terbilang sulit. Sebab, ada enam striker yang akan memperebutkan posisi inti di lini depan "I Rossoneri". Selain Cassano, Milan juga punya Alexandre Pato, Robinho, Zlatan Ibrahimovic, Filippo Inzaghi, dan Stpehan El Shaarawy.

"Saya tak pernah ragu apakah dia akan tinggal atau tidak. Hanya saja, ini semua bergantung kepada Cassano apakah ingin tinggal di tim ini di mana dia harus berjuang untuk mendapatkan tempatnya dan bermain untuk memenangkan sesuatu," kata Allegri kepada Il Corriere dello Sport.

"Cassano melakukan pekerjaan yang bagus melawan Malmo dan berada dalam kondisi fisik yang bagus. Dia hanya perlu tenang karena dia tak punya ujian di sini," sambungnya.

Ibra Cedera, Milan Cemas

AC Milan Dimas Ramadani
16/08/2011 01:24
Striker AC Milan Zlatan Ibrahimovic saat berlaga kontra Bayern Muenchen di ajang Audi Cup di Munich, Jerman, 26 Juli 2011. AFP PHOTO/CHRISTOF STACHE
Zlatan Ibrahimovic (© AFP 2011)


Liputan6.com, Milan: Kabar buruk didapat AC Milan ketika berlaga kontra Malmo. Pada partai persahabatan yang berakhir 2-2, Milan kemudian menang lewat adu penalti, striker mumpuni Zlatan Ibrahimovic mengalami cedera engkel di babak kedua.

“Pergelangan kakiku terkilir dan terasa sakit. Saya bermain beberapa saat sambil menggigit gigi—menahan sakit,” aku Ibra, sapaan akrab striker Timnas Swedia itu. Sekarang libur dua hari dan kita lihat apa yang saya rasa ketika berlatih kembali. Tim dokter Milan menyebutkan tidak ada yang serius.”

Akan tetapi Rossoneri patut cemas. Pasalnya, cedera itu menimpa engkel yang sama seperti masalah yang dirundungnya ketika menghadapi AS Roma pada 7 Mei saat mengangkat gelar scudetto musim lalu. Skuat asuhan Massimiliano Allegri kembali ke Milanello, pusat latihan Milan, dan Ibrahimovic akan mendapatkan perawatan intensif.

Mantan striker Juventus dan Inter Milan itu belum bisa dipastikan bisa berlaga pada partai perdana Serie A musim ini. Pada giornata pembuka dalam mempertahankan gelar, Milan akan berhadapan dengan Cagliari di Stadio Sant Ellia, Sabtu, 27 Agustus.(DIM/Football Italia)

Lawan Malmo, Milan Menang Adu Penalti

Laga Persahabatan

Wirawan Kusuma | Hery Prasetyo | Senin, 15 Agustus 2011 | 01:55 WIB

AFP
Kiper AC Milan, Cristian ABbiati, berhasil menggagalkan salah satu tendangan penalti klub Swedia, Malmo, dalam laga persahabatan, Minggu atau Senin (15/8/2011) dini hari WIB. Milan akhirnya menang 5-4, setelah dalam pertandingan normal seri 2-2.

MALMO, KOMPAS.com — AC Milan berhasil menundukkan Malmo FF setelah menang 5-4 lewat adu penalti dalam laga persahabatan, Minggu atau Senin (15/8/2011) dini hari WIB. Pertandingan harus diakhiri lewat adu penalti setelah pada pertandingan normal kedua tim bermain imbang 2-2.


Sebenarnya AC Milan mampu unggul terlebih dahulu lewat sundulan Antonio Cassano pada menit ke-25, memanfaatkan umpan silang Urby Emmanuelson. Namun, tim tuan rumah mampu menyamakan kedudukan sebelas menit kemudian berkat tendangan keras kaki kiri Jimmy Durmaz dari luar kotak penalti.

Malmo berbalik unggul pada menit ke-48 saat Tobias Malm mampu menjebol gawang Milan yang dikawal oleh Cristian Abbiati.

Pendukung Malmo pun sudah siap untuk merayakan kemenangan timnya. Sayang, satu menit jelang pertandingan berakhir, pemain pengganti Kingsley Boateng mampu menyamakan kedudukan dan membuat pendukung Malmo kecewa.

Pendukung Malmo makin kecewa setelah timnya harus mengakui keunggulan Milan pada babak adu penalti. Kiper pengganti, Christian Abiatti, berhasil memblok eksekusi penalti striker Malmo, Alexander Nilsson. Sementara itu, semua algojo Milan berhasil menyelesaikan tugasnya.

Ini menjadi pertandingan yang cukup berkesan bagi striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic. Pasalnya, Malmo yang jadi lawan Milan adalah tim profesional pertama yang ia bela.

Seusai pertandingan ini, Milan akan menghadapi kompetisi Trofeo Tim, Kamis (18/8/2011). Dalam kompetisi ini, Milan akan bertemu Juventus dan Inter Milan.

Monday, August 8, 2011

Komentar Pemain Milan

Ibra Ingin Raih Segalanya Sebelum Pensiun
Ferril Dennys | Hery Prasetyo | Selasa, 09 Agustus 2011 | 01:39 WIB

Daylife
Selebrasi penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, usai membobol gawang Inter Milan di Piala Super Italia, Sabtu (6/8/2011). Dalam pertandingan itu, Milan berhasil menundukkan Inter 2-1.

MILAN, KOMPAS.com - Penyerang Zlatan Ibrahimovic berambisi meraih semua gelar bersama AC Milan sebelum memutuskan pensiun saat kontraknya berakhir pada 2015 mendatang.


"Aku ingin terus bermain untuk dua atau tiga musim lagi dan ingin memenangkan segalanya dengan seragam Milan. Aku akan gantung sepatu setelah mencapai tujuanku dan kontrakku bersama Milan berakhir," kata Ibra seperti yang dikutip Tuttosport.

Penyerang asal Swedia itu bergabung ke Milan dari Barcelona sebagai pemain pinjaman pada musim lalu. Kini, Milan telah mempermanenkan Ibra dan mengingkatnya dengan durasi kontrak sampai 30 Juni 2015.

Sebagai penyerang, Ibra merupakan salah satu pemain tersukses. Dia selalu mampu membawa sebuah klub menjadi juara seperti yang pernah dilakukannya saat membela Ajax, Inter Milan, Barcelona, dan AC Milan. Namun, trofi Liga Champions menjadi satu-satunya gelar yang belum pernah dikecap penyerang berusia 29 tahun itu. (TTS)


Gattuso: Ibra Seharusnya Cetak 30 Gol
Ferril Dennys | Aloysius Gonsaga | Senin, 08 Agustus 2011 | 22:32 WIB

Daylife
Penyerang AC Milan Zlatan Ibrahimovic (tengah memeluk rekannya Gennaro Gattuso saat merayakan golnya di Piala Super Italia saat melawan Inter Milan di Beijing, China, Sabtu (6/8/2011). AC Milan menang 2-1.

MILAN, KOMPAS.com - Gelandang AC Milan, Gennaro Gatusso, berpendapat Zlatan Ibrahimovic terlalu sedikit dalam mencetak gol. Sebab, menurutnya, sebagai penyerang hebat, Ibra seharusnya menciptakan 30 gol per musim.


Ibra bergabung dengan Milan dari Barcelona pada awal musim lalu. Selama semusim, penyerang asal Swedia itu hanya mampu mengemas 14 gol dari 18 penampilan di Serie-A. "Untuk pemain dengan kualitas sepertinya, dia mencetak gol terlalu sedikit," kata Gattuso kepada La Gazzeta dello Sport.

Memulai musim ini, Ibra tampil gemilang. Penyerang berusia 29 tahun itu baru saja membutikan dirinya tetap tajam dengan mencetak satu gol saat Milan mengalahkan Inter Milan 2-1 di Piala Super Italia, Sabtu (6/8/2011).

Gatusso pun berharap agar Ibra bisa tampil konsisten pada musim ini. "Seseorang seperti Ibra seharusnya mencetak 30 gol dalam semusim," ujar Gattuso. (LGDS)

Silva Ungkap Transfernya ke Milan
Tjatur Wiharyo | Sabtu, 09 Juli 2011 | 04:49 WIB

AFP
Bek AC Milan, Thiago Silva.

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan nyaris merekrut bek asal Brasil, Thiago Silva, dari Fluminense pada 2009 silam. Namun, Silva akhirnya memilih bergabung dengan AC Milan setelah diyakinkan direktur teknik Milan saat itu, Leonardo.


"Inter mengajukan penawaran untukku, tetapi kemudian minat mereka menurun. Lantas, Leonardo meneleponku dan aku memutuskan bergabung dengan Milan," ujar Silva.

"Milan membuktikan bahwa mereka menginginkanku dan mereka melakukan segalanya untuk mendapatkanku. Aku mengatakan kepada Leonardo ingin bergabung. Ia bicara dengan (Wakil Presiden Milan) Adriano Galliani dan transfer terjadi," tambahnya.

Milan menuntaskan transfer Silva pada Desember 2008, tetapi baru resmi bergabung pada Juli 2009 karena jatah pembelian pemain non-Uni Eropa mereka sudah habis.

Untuk Leonardo, ia diangkat menjadi pelatih Milan untuk musim 2009-2010, menggantikan Carlo Ancelotti. Ia meninggalkan Milan pada akhir musim itu dan pada Desember 2010 diangkat menjadi pelatih Inter Milan, menggantikan Rafael Benitez.

Belum lama ini Leonardo meninggalkan Inter. Menurutnya, ia akan menjadi direktur teknik di Paris Saint-Germain. (GL)

Ibra Ingin di Milan sampai 2014
Jonathan Pandapotan | Hery Prasetyo | Senin, 06 Juni 2011 | 02:01 WIB

AFP
Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic.

MILAN, KOMPAS.com - Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, membantah pemberitaan media Spanyol yang menyebutkan ia ingin bereuni dengan mantan pelatihnya, Jose Mourinho, di Real Madrid. Ibra mengatakan, dirinya bahagia di Milan dan ingin tinggal di klub itu sampai tiga tahun mendatang.


Surat kabar Spanyol, El Mundo Deportivo, sebelumnya mengklaim Ibra ingin dilatih lagi oleh "The Special One". Sebab, keduanya memiliki hubungan yang baik saat masih bekerja sama di Inter Milan.

"Itu tidak benar (Ibra ingin ke Madrid). Aku ingin tinggal di Milan sampai dengan tiga tahun mendatang. Aku bahagia di sana (Milan)," tukas Ibra kepada media-media Swedia. Dalam beberapa kesempatan Ibra memang pernah menyatakan niatnya untuk pensiun bersama Milan.

Ibra juga ditanya mengenai skandal judi yang melibatkan laga di Serie-A dan Serie-B. "Aku membacanya di surat kabar. Ini semua terjadi ketika aku bermain untuk Juventus. Tapi, aku tidak ingin membicarakannya. Aku berharap itu tidak benar," pungkas mantan striker Ajax Amsterdam tersebut. (FBI)

Ibra Tendang Kepala Cassano
Wirawan Kusuma | Tjatur Wiharyo | Rabu, 18 Mei 2011 | 07:01 WIB


AFP
Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic

MILAN, KOMPAS.com — Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, tampaknya sangat ahli dalam melepaskan tendangan kungfu. Korbannya kali ini adalah rekan satu timnya sendiri, Antonio Cassano.


Kejadian ini berawal saat Cassano sedang diwawancarai ketika Milan merayakan pesta scudetto seusai menang 4-0 atas Cagliari, akhir pekan lalu. Sedang asyik diwawancarai, tiba-tiba Cassano dikejutkan dengan tendangan telak Ibrahimovic yang mengenai bagian belakang kepalanya. Kejadian tersebut juga disaksikan oleh rekan mereka, Daniele Bonera.

Ibra pun hanya tertawa seusai melakukan tindakan jahilnya dan seperti tak merasa berdosa langsung menuju kamar ganti. Sementara Cassano, meski melanjutkan wawancaranya, memegangi bagian belakang kepalanya yang menjadi sasaran tendangan rekannya tersebut.

Ini bukan kali pertama Ibra melepaskan tendangan kungfunya. Gelandang muda Milan, Rodney Strasser, dan bek Inter Milan, Marco Materazzi, pernah merasakannya. Jika Strasser merasakan tendangan kungfu Ibra pada saat latihan, maka Materazzi menerima itu saat pertandingan.

Tolak Madrid, Ibra Ingin Pensiun di Milan
Ferril Dennys | Hery Prasetyo | Rabu, 25 Mei 2011 | 01:41 WIB

AFP
Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic.

MILAN, KOMPAS.com Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, tidak akan kembali ke Spanyol untuk membela Real Madrid. Pasalnya, ia memilih menghabiskan kariernya di Milan.


Hal itu diungkapkan oleh agen Ibra, Mino Raiola. Pernyataan Raiola menjawab spekulasi yang diembuskan oleh media-media Italia bahwa Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengincar Ibra pada musim depan. Tidak hanya Madrid, Manchester City juga tertarik kepada penyerang yang telah mencetak 14 gol dan memberikan scudetto bagi Milan pada musim ini.

"Saya tidak mengesampingkan kemungkinan Milan akan menjadi klub terakhir Ibra," kata Raiola kepada Radio Radio.

"Saya sudah mengatakan hal yang sama selama 10 tahun. Saya tidak dapat mengesampingkan setiap tim atau sebuah skenario. Ketika ke Barcelona, kami tidak ingin hanya tinggal selama setahun," tambahnya.

"Pemain ingin menyelesaikan kariernya di Milan, tapi saya meragukan bahwa hal itu bisa terjadi. Saya tidak memiliki kuasa bahwa tim lain memiliki ide-ide gila. Mungkin mereka tidak bisa membawanya pada musim ini, tapi bisa terjadi pada musim 2012-2013. Saya tidak tahu apa pun soal ketertarikan Mourinho. Dia tidak pernah menghubungi Milan atau diri saya," ungkapnya.

Raiola melanjutkan, "Ibra adalah dasar dari suatu tim yang ingin menang. Pasalnya, ia pemain berkualitas dan memiliki kekuatan mental. Hal-hal ini penting bagi ruang ganti. Mourinho dan Mancini pasti mengetahui itu."

"Namun, kenyataannya, (Presiden Real) Florentino Perez yang menghubungi (Wakil Presiden Milan Adriano) Galliani untuk mengadakan kesepakatan. Menurut saya, tampaknya tidak mungkin Zlatan akan pindah pada tahun ini. Ada dua alasan, yakni Milan tak ingin menjual dia. Kedua, ia tidak ingin pergi, bahkan jika Mourinho menginginkannya. Namun, jika besok Perez memberikan Galliani uang sebesar 100 juta euro, maka itu masalah Galliani. Kami hanya membuat keputusan setelah itu dan pemain selalu memiliki kata terakhir," papar Raiola. (RR)

Hamsik Sempurna untuk Milan
Jonathan Pandapotan | Tjatur Wiharyo | Rabu, 06 Juli 2011 | 01:49 WIB

Daylife
Gelandang Napoli, Marek Hamsik.

LA PLATA, KOMPAS.com Bek AC Milan, Thiago Silva, menilai, skuad timnya musim depan akan sempurna jika diperkuat gelandang Marek Hamsik, yang bermain untuk Napoli.


"Hamsik akan cocok dalam rencana (Pelatih Massimiliano) Allegri. Ia bisa menjadi pemain penting dalam membantu upaya kami melangkah jauh di Liga Champions musim depan," ujar Silva.

"Jika Milan berhasil mendatangkan Hamsik, pergerakan transfer kami akan bernilai sepuluh. Ia pemain berkelas dan berkepribadian bagus. Ia pemain 'bernomor punggung sepuluh' dan (Wakil Presiden Milan Adriano) Galliani telah menjelaskan bahwa (pemain "bernomor punggung sepuluh") adalah tujuan utamanya."

"Hamsik secara terbuka berbicara tentang keinginannya untuk pindah (ke Milan) dan ini membutuhkan banyak keberanian. Sekarang, Milan harus menunjukkan keberanian yang sama," tuntas Silva.

Hamsik sendiri masih terikat kontrak dengan Napoli hingga 2015 mendatang. Menurut pemberitaan di Italia, Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, tak berniat melepas pemain asal Slowakia tersebut. (GL)

Beli Hamsik, Milan Tak Terkalahkan
Jonathan Pandapotan | Tjatur Wiharyo | Selasa, 05 Juli 2011 | 03:40 WIB

AFP
Gelandang Napoli, Marek Hamsik.

MILAN, KOMPAS.com — Mantan pemain AC Milan, Massimo Orlando, menilai gelandang Napoli, Marek Hamsik, bisa menjadi pemain penting untuk Milan pada musim depan. Menurutnya, pemain Slowakia itu dapat menempati berbagai posisi di lini tengah Milan.


"Saya pikir ini bukan hanya masalah upah untuk pemain (Hamsik). Ia akan cocok di AC Milan, baik sebagai pengatur serangan maupun bermain lebih sedikit mendalam di lini tengah," ujar Orlando.

"Menurut pendapat saya, jika Milan berhasil merekrut Hamsik, mereka takkan terkalahkan di Italia," lanjut Orlando.

Napoli sendiri melalui Presiden Aurelio De Laurentiis mengatakan kalau Hamsik takkan dijual. Kalaupun harus menjual, ia lebih memilih bernegosiasi dengan Inter Milan daripada "I Rossoneri".

Hamsik sendiri telah mengatakan ingin pindah ke Milan. Namun, sejauh ini, Wakil Presiden Milan Adriano Galliani konsisten mengaku tak tertarik merekrut Hamsik. (GL)

Hamsik Datang, Milan Makin Mengerikan
Jonathan Pandapotan | Hery Prasetyo | Rabu, 29 Juni 2011 | 00:40 WIB

Daylife
Gelandang sekaligus Kapten Napoli, Marek Hamsik.

MILAN, KOMPAS.com — Mantan pelatih Italia dan AC Milan, Cesare Maldini, menilai gelandang Napoli, Marek Hamsik, adalah pemain yang tepat untuk "I Rossoneri". Ia bahkan mengaku yakin Hamsik bisa menjadi kunci sukses Milan mempertahankan scudetto pada musim depan.

Hamsik sebelumnya mengaku sedang mempertimbangkan keputusan untuk pindah ke Milan pada musim depan. Menurutnya, Milan lebih mengakomodasi ambisinya menjadi juara ketimbang Napoli.

Cesare pun setuju dengan pendapat ini. "Saya pikir Milan bisa menang lagi bersama Marek. Ia akan bermain dengan baik di Milan, meski itu hanya sekadar pendapat pribadi saya," kata Cesare.

"Ia jelas pemain hebat dan ia akan cocok bersama Milan. Ia seorang atlet yang sebenarnya. Ia banyak berlari dan selalu berada di posisi yang berbahaya."

"Ia cukup kuat secara fisik dan mencetak banyak gol dari lini tengah. Namun, saya tidak tahu apa rencana Milan pada bursa transfer ini," pungkas Cesare.

Pihak Napoli sendiri menyatakan tak ingin menjual Hamsik. Mereka ingin pemain Slowakia itu menghormati kontraknya yang baru habis pada 2015. (GL)

Ibra Tegaskan Bertahan di Milan
Ferril Dennys | Hery Prasetyo | Kamis, 02 Juni 2011 | 00:01 WIB

AFP
Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic.

MILAN, KOMPAS.com - Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, menegaskan tidak akan hengkang pada musim depan. Pasalnya, Ibra yakin bisa merasakan berbagai gelar bersama "I Rossoneri".


Penyerang asal Swedia itu bergabung dengan Milan dari Barcelona pada awal musim lalu. Pada musim perdananya, Ibra sukses mengantarkan "I Rossoneri" meraih gelar scudetto.

Spekulasi yang berkembang menyebutkan, Ibra akan hengkang pada musim depan. Namun, dia menampik kabar tersebut. Ia mengaku bahagia selama berada di Milan dan yakin bisa merasakan kejayaan bersama tim pada musim depan.

"Kami memiliki proyek besar yang sedang dikerjakan. Aku pasti akan berada di sini. Kami memenangkan scudetto yang merupakan langkah penting. Aku orang yang positif dan aku percaya dengan rencana klub ini. Aku hanya berharap kami bisa mendapatkan sesuatu pada akhirnya seperti yang telah dijanjikan," beber Ibra.

Dalam kesempatan itu, Ibra mengungkapkan, Patrick Vieira merupakan rekan terbaiknya. "Pemain terbaik yang pernah bermain denganku? Aku akan mengatakan Patrick Vieira. Dia banyak membantuku ketika aku tiba di Juventus, kemudian kami bermain bersama di Inter," jelas Ibra. (SKY)

Meski Dicintai Barbara, Pato Bisa Dijual
Tjatur Wiharyo | Rabu, 10 Agustus 2011 | 00:19 WIB

calciomercato
Direktur AC Milan Barbara Berlusconi.

MILAN, KOMPAS.com - Direktur AC Milan, Barbara Berlusconi, mengaku mencintai penyerang Alexandre Pato. Namun, menurutnya, itu tak membuat Pato mendapat perlakukan berbeda dibanding anggota skuad lain dalam hal pekerjaan, termasuk dijual jika tampil di bawah harapan.

<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a7a64d11&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=1087&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a7a64d11' border='0' alt='' /></a>

"Semua pemain di skuad ini dijual untuk harga yang tepat, termasuk Pato. Ia tak berbeda dengan pemain lain. Relasi ini bukanlah angin puyuh yang muncul tiba-tiba. Jika tak mencintainya, saya tak akan berada di sisinya," ujar Barbara.

"Saya gembira karena Alexandre adalah orang yang baik untuk berbagi. (Ketika mengawali hubungan dengan Pato) saya belum siap untuk cinta baru setelah perceraian saya, tetapi itu terjadi dan inilah keadaannya sekarang."

"Saya merasa seperti perempuan normal yang jatuh cinta kepada pria yang baik. Jika melakukan kesalahan, saya akan menjadi orang yang mencari tahu masalah dan menyelesaikannya. Saya tentu tak bisa hidup dalam kriteria yang dinilai orang terbaik untuk saya," tuturnya.

Inzaghi Berharap Kaka Kembali
Ferril Dennys | Aloysius Gonsaga | Selasa, 09 Agustus 2011 | 22:41 WIB

AFP
Gelandang Real Madrid, Ricardo Kaka.

MILAN, KOMPAS.com - Penyerang AC Milan, Filippo Inzaghi, berharap gelandang Real Madrid, Ricardo Kaka, kembali ke San Siro pada musim depan. Ia yakin Milan akan lebih sukses bersama Kaka.


Sebelum membela Madrid, 2009 lalu, Kaka menghabiskan enam musim di Milan. Selama di San Siro, Kaka merupakan pemain utama dan memang bisa diandalkan.

Namun selama di Madrid, Kaka kerap dicadangkan karena kerap terlilit cedera. Keberadaan Mesut Oezil membuat Kaka semakin sulit mendapatkan jatah bermain reguler.

Baru-baru ini, spekulasi Kaka bakal kembali ke Milan kembali berembus. Marca memberitakan, Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani bertemu dengan Presiden Madrid, Florentino Perez, di Beijing, untuk membicarakan kemungkinan transfer Kaka.

Terkait kabar tersebut, Kaka berharap timnya serius mendatangkan Kaka. "Ricky adalah teman yang hebat dan aku selalu mendengar dari dia. Jika dia kembali semua orang akan bahagia.

"Kerjasama Kaka-Inzaghi pernah memberikan kesuksesan bagi para pendukung," kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia. (SKY)

Saturday, August 6, 2011

6 Agustus 2011 - Awal Musim yang Bagus untuk Milan: Juara Super Coppa Italia 2011, vs Inter Milan 2-1

AC Milan mengawali musim 2011-2012 dengan amat baik. Milan memenangkan piala Super Italia 2011 dari Inter Milan, yang dilaksanakan di Bird Nest Stadium, Beijing, China. Skor kemenangan Milan adalah 2-1 yang golnya diciptakan oleh Sneijder dari kubu Inter pada menit ke 25, dan dari kubu Milan adalah gol dari Ibrahimovic dan Boateng. Super Coppa Italia ini adalah pertandingan yang mempertemukan juara dari Liga Italia (pemegang scudetto) yang adalah AC Milan dan juara dari Coppa Italia, yang dipegang oleh Inter Milan. Super Coppa Italia 2011 ini adalah Super Coppa Italia ke-6 Milan dan Milan terakhir mendapatkannya pada tahun 2004 yang lalu. Semoga awal yang baik ini akan terus baik sampai akhir musim nanti. Amin. Forza Milan!

Milan Juara Piala Super Italia
Ferril Dennys | I Made Asdhiana | Sabtu, 06 Agustus 2011 | 20:58 WIB

Daylife
Penyerang Inter Milan, Samuel Etoo berusaha melewati adangan bek AC Milan, Thiago Silva, dalam pertandingan Piala Super Italia, Sabtu (6/8/2011). Pada pertandingan ini, Milan berhasil mengalahkan Inter 2-1.

BEIJING, KOMPAS.com
— AC Milan berhasil meraih juara Piala Super Italia seusai menundukkan Inter Milan 2-1 di Stadion Beijing National, Sabtu (6/8/2011) malam.

Milan sebetulnya sempat tertinggal oleh gol yang diciptakan Wesley Sneijder pada menit ke-25. Gelandang asal Belanda itu mengeksekusi tendangan bebas yang gagal ditepis Christian Abbiati.

Unggul 1-0, Inter semakin menguasai permainan. Bahkan, Samuel Eto'o nyaris menggandakan keunggulan timnya. Namun, tendangan penyerang asal Kamerun itu masih bisa diantisipasi Abbiati pada menit ke-37.

Milan bukannya tanpa peluang. Zlatan Ibrahimovic nyaris mencetak gol balasan seusai memaksimalkan umpan silang Ignazio Abate. Sial bagi Milan, tandukan Ibra masih membentur tiang gawang Julio Cesar.

Itu menjadi peluang terakhir dan Milan terpaksa tertinggal 0-1 sampai turun minum.

Milan berusaha mengendalikan permainan pada babak kedua. Usaha tim besutan Massimiliano Allegri akhirnya membuahkan hasil lewat gol yang diciptakan Ibrahimovic pada menit ke-60.

Gol berawal dari kejelian Robinho melepaskan umpan matang kepada Seedorf yang berdiri bebas di kotak penalti. Dengan cepat, Seedorf melepaskan umpan yang disambut Ibra dengan sundulan keras dan gol.

Kedudukan imbang 1-1, Allegri melakukan sedikit perubahan terhadap strategi timnya. Dia memasukkan Alexandre Pato untuk menggantikan Robinho.

Perubahan yang dilakukan Allegri cukup brilian. Bagaimana tidak, Pato-lah aktor di balik terciptanya gol Kevin Prince-Boateng pada menit ke-69. Menguasai bola dari umpan Abate, Pato langsung melepaskan tembakan keras.

Meskipun bola hasil tendangan penyerang asal Brasil itu membentur tiang, Boateng menjangkau bola dan berhasil menjejalkannya. Boateng meluapkan kegembiraannya dengan melakukan tendangan kungfu.

Tertinggal, Inter menaikkan intensitas serangannya untuk mencetak gol balasan. Sayang usahanya gagal setelah skor 2-1 untuk keunggulan Milan bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain AC Milan: Christian Abbiati; Thiago Silva, Alessandro Nesta, Gianluca Zambrotta, Ignazio Abate; Mark Van Bommel; Kevin-Prince Boateng, Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso (Massimo Ambrosini 75); Robinho (Pato 61), Zlatan Ibrahimovic.

Inter Milan: Júlio César; Walter Samuel, Cristian Chivu, Andrea Ranocchia;Dejan Stankovic (Giampaolo Pazzini 74), Thiago Motta, Joel Chukwuma Obi, Javier Zanetti; Samuel Eto'o, Wesley Sneijder, Ricardo Álvarez Puig Faraoni.

Milan Layak Juara Piala Super Italia
Ferril Dennys | Aloysius Gonsaga | Sabtu, 06 Agustus 2011 | 22:45 WIB

Daylife
Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic bersama rekan-rekannya merayakan keberhasilan menjuarai Piala Super Italia setelah mengalahkan Inter Milan 2-1 di Beijing, Sabtu (6/8/2011).
TERKAIT

BEIJING, KOMPAS.com - Pelatih AC Milan, Massimilano Allegri, berpendapat timnya layak menjurai Piala Super Italia usai membungkam Inter Milan 2-1 di Stadion Beijing National, Sabtu (6/8/2011) malam.

"Kami tahu ini adalah pertandingan yang sulit dan memulai musim dengan memenangi derbi bukanlah hal yang mudah," jelas Allegri usai pertandingan.

Milan sempat tertinggal 0-1 lewat gol yang diciptakan Wesley Sneijder pada menit ke-25. Namun, Gennaro Gatusso dan kawan-kawan bangkit selepas turun minum. Zlatan Ibrahimovic berhasil menyamakan kedudukan 1-1 berkat gol yang diciptakan pada menit ke-60.

Setelah gol tersebut, Allegri melakukan sedikit perubahan terhadap strategi timnya. Dia memasukkan Alexandre Pato untuk menggantikan Robinho. Perubahan yang dilakukan Allegri cukup brilian. Pato-lah aktor di balik terciptanya gol Kevin Prince-Boateng pada menit ke-69.

"Setelah kebobolan gol Wesley Sneijder, kami membaik, lalu bola membentur mistar (tandukan Ibra). Kami kemudian dua kali mencetak gol dan tidak membiarkan Inter bangkit kembali. Di babak kedua, kami menekan dan bermain dengan lebih berani. Ini adalah semangat yang ingin saya lihat dalam sepak bola di Milan," beber Allegri.

Ini merupakan gelar keenam bagi Milan. Terakhir, Milan menjuarai Piala Super Italia pada 2004 lalu.

Super Coppa Italia

Tumbangkan Inter, Rossonerri Rebut Supercoppa

A. Firdaus - Okezone
Sabtu, 6 Agustus 2011 21:03 wib
Zlatan Ibrahimovic, salah satu pencetak gol Milan ke gawang Inter (foto:Daylife)
Zlatan Ibrahimovic, salah satu pencetak gol Milan ke gawang Inter (foto:Daylife)
BEIJING – Duo Milan, Inter dan Ac Milan, telah memulai perseteruannya musim ini pada ajang Supercoppa Italia, malam ini (6/8/2011), yang berkesudahan 2-1 untuk Il Diavolo.

Derby Della Madonnina perdana antara AC Milan sebagai peraih Scudetto 2010-2011 dan Inter Milan sebagai juara Copa Italia pada Supercoppa Italia 2011, diadakan di Stadion Bird Nest, Beijing, Cina. Layaknya Derby, tensi tinggi sudah tersaji di menit-menit awal babak pertama.

Alhasil, gelandang Milan Gennaro Gattuso diganjar kartu kuning pada menit ke-20 setelah melanggar Ricky Alvarez. Pelanggaran yang dilakukan Gattuso ini sempat memicu keributan antar pemain.

Inter yang mendapat tendangan bebas hasil dari pelanggaran Gattuso tadi berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Wesley Sneijder di menit 22. Dia berhasil menempatkan bola di sudut kanan gawang yang tak mampu dijangkau oleh Kiper AC Milan yang dikawal Christian Abbiati. Keunggulan 1-0 Inter ini bertahan hingga turun minum.

Babak kedua, Milan mulai mendominasi permainan, demi mengejar ketertinggalan, Milan berusaha untuk membangun serangan dan lebih menekan pertahanan La Beneamata.

Hasilnya, di menit ke 60, Milan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan Zlatan Ibrahimovic setelah memanfaatkan umpan silang dari Clarence Seedorf di sisi kiri pertahanan Inter.

Sembilan Menit kemudian Milan justru berhasil unggul, masuknya Pato membawa berkah buat lini depan Rossonerri. Sebab bola rebound-nya berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Kevin-Prince Boateng.

Keunggulan Milan bertahan hingga peluit babak kedua berakhir, dan akhirnya anak-anak asuhan Massimiliano Allegri ini berhasil merengkuh trofi Super Coppa Italia untuk keenam kalinya.

SUSUNAN PEMAIN

AC MILAN: 32 Abbiati; 20 Abate, 13 Nesta, 33 Thiago Silva, 19 Zambrotta; 8 Gattuso (Ambrosini 75), 4 Van Bommel, 10 Seedorf; 27 Boateng (Emanuelsen 82’); 70 Robinho, (7.Pato 61’) 11 Ibrahomivic.

INTER MILAN: 1 Julio Cesar; 23 Ranocchia, 25 Samuel, 26 Chivu; 4 Zanetti, 8 Thiago Motta, 5 Stankovic (7.Pazzini 74), 20 Obi (Castaignos ‘82); 11 Alvarez (37.Faraoni 64’), 10 Sneijder, 9 Eto'o. (fit)

Sabtu, 06/08/2011 21:29 WIB

Allegri: Milan Layak Juara
Arya Perdhana - detiksport


AFP/Franko Lee

Beijing - AC Milan tampil sebagai kampiun Piala Super Italia setelah menekuk rival sengitnya, Inter Milan, dengan skor 2-1. Di mata pelatihnya, Massimo Allegri, Milan memang layang juara.

Bermain di Stadion Olimpiade Beijing, Sabtu (6/8/2011), Milan tertinggal terlebih dulu ketika Wesley Sneijder mencetak gol buat Inter. Tapi balasan dari Zlatan Ibrahimovic dan Kevin Prince Boateng membalikkan situasi.

"Kami tahu ini adalah pertandingan yang sulit dan memulai musim dengan memenangi derby bukanlah hal yang mudah," komentar Allegri usai laga seperti dikutip Football Italia.

"Setelah kebobolan gol Wesley Sneijder, kami membaik, lalu (bola) membentur mistar. Kami lalu dua kali mencetak gol dan tidak membiarkan Inter bangkit kembali," tukas pelatih yang mengantar Milan menjuarai Seri A musim lalu itu.

Di babak pertama, Inter memang lebih menguasai permainan. Tapi Milan bangkit di babak kedua dan akhirnya berhak atas gelar keenam Piala Super--terbanyak di antara semua tim di Italia.

"Di babak kedua, kami menekan dan bermain dengan lebih berani. Ini adalah semangat yang ingin saya lihat dalam sepakbola di Milan," tutur eks arsitek Cagliari itu.

"Saya pikir, di akhir hari, kami memang layak memenangi ini," tuntas Allegri.

( arp / mfi )

Piala Super Coppa Italia

Allegri: Milan Sudah Kompetitif

A. Firdaus - Okezone
Sabtu, 6 Agustus 2011 22:44 wib
Massimiliano Allegri, sukses membawa AC Milan meraih trofi Super Coppa Italia 2011 (foto:daylife)
Massimiliano Allegri, sukses membawa AC Milan meraih trofi Super Coppa Italia 2011 (foto:daylife)
BEIJING - Meskipun sempat tertinggal, akhirnya AC Milan berhasil meraih trofi Supercoppa Italia 2011 setelah mengalahkan rival sekotanya Inter Milan. Menurut pelatih Rossonerri, Massilimiano Allegri timnya layak mendapatkan gelar ini.

Kemenangan AC Milan atas Inter Milan terjadi di Derby Della Madonnina edisi Supercoppa Italia 2011 bisa dibilang fantastis. Pasalnya, I Diavollo Rosso sempat tertinggal di babak pertama lewat gol Wesley Sneijder di menit ke-22.

Namun secara mengejutkan, Milan berhasil bangkit di babak kedua. Lewat serangan bertubi-tubi, Ibrahimovic dan Boateng berhasil merubah keadaan, sehingga Milan layak merengkuh gelar Supercoppa untuk keenam kalinya.

Allegri meyakini bahwa Milan layak mendapatkan gelar tersebut: “Kami tahu ini pertandingan yang sulit dan memulai musim dengan sebuah pertandingan Derby ini adalah tidak mudah,” ucap Allegri seperti dikutip Rossoneriblog, Sabtu (6/8/2011).

“Kami tidak mendapatkan awal yang baik, terima kasih untuk Inter. Karena setelah gol Sneijder, kami melakukan perbaikan,” sambungnya.

Pada babak kedua, Allegri mengakui bahwa timnya bermain lebih menekan dan para pemain bermain dengan keberanian yang lebih.

“Ini adalah semangat yang ingin saya lihat dari para pemain di Milan. Tim ini sudah kompetitif. Tim ini merupakan kelompok yang benar-benar fantastis,” pungkasnya.
(fit)

Piala Super Italia
Pukul Balik Inter, Milan Juara
Meylan Fredy Ismawan - detiksport

Reuters/Petar Kujundzic

Beijing - AC Milan akhirnya keluar sebagai juara Piala Super Italia. Meladeni rival sekota Inter Milan, Rossoneri tertinggal dulu sebelum akhirnya memukul balik Nerazzurri 2-1.

Dalam pertandingan di Beijing National Stadium, Sabtu (6/8/2011), Inter lebih dulu unggul pada menit ke-22. Sebuah tendangan bebas melengkung Wesley Sneijder tak kuasa dibendung Christian Abbiati.

Milan baru bisa bangkit pada babak kedua. Mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-58 berkat sundulan Zlatan Ibrahimovic.

Kemenangan Il Diavolo Rosso akhirnya ditentukan oleh Kevin-Prince Boateng. Sontekan gelandang internasional Ghana ini membawa timnya berbalik memimpin 2-1.

Ini adalah trofi Piala Super Italia keenam untuk Milan. Sebelumnya, mereka jadi juara pada tahun 1988, 1992, 1993, 1994, dan 2004. Sementara bagi Inter, kekalahan ini adalah awal yang kurang baik untuk pelatih anyar Gian Piero Gasperini.

Jalannya pertandingan

Inter lebih dulu mengancam pada menit kelima. Umpan Samuel Eto'o diteruskan oleh Sneijder dengan sepakan yang masih belum menemui sasaran.

Semenit kemudian, Milan gantian menekan. Menerima umpan dari Zlatan Ibrahimovic, Robinho melepaskan tembakan yang masih melenceng dari gawang Julio Cesar.

Kebuntuan pecah pada menit ke-22. Tendangan bebas Sneijder melengkung melewati pagar betis dan masuk ke gawang Christian Abbiati. Milan 0, Inter 1.

Gawang Abbiati kembali terancam pada menit ke-35. Namun, sepakan Ricky Alvarez dari dalam kotak penalti masih melambung.

Milan nyaris menyamakan skor beberapa saat kemudian. Sial buat Ibrahimovic, sundulannya masih menerpa mistar. Hingga turun minum, Inter tetap unggul 1-0.

Kedudukan sama kuat pada menit ke-58 setelah Milan menyamakan kedudukan. Gol ini diawali penetrasi Clarence Seedorf di kotak penalti usai menerima umpan Robinho. Seedorf kemudian melepas umpan silang ke mulut gawang. Sambil menjatuhkan diri, Ibrahimovic menyundul bola ke gawang kosong karena Cesar sudah meninggalkan sarangnya.

Milan berbalik unggul 11 menit kemudian. Dari sebuah proses serangan balik, Pato melepaskan tembakan yang tak bisa dijangkau Cesar, tapi masih mengenai mistar. Kevin-Prince Boateng datang dan menyambar bola rebound. Milan memimpin 2-1.

Inter sempat mencetak gol pada masa injury time lewat Eto'o. Namun, wasit menganulirnya karena pemain Kamerun itu sudah terjebak offside.

Hingga laga berakhir, skor 2-1 untuk Milan tetap awet. Piala Super Italia tahun ini pun jadi milik mereka.

Susunan pemain:
MILAN: Abbiati, Abate, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta, Gattuso (Ambrosini 75'), Van Bommel, Seedorf, Boateng (Emanuelson 81'), Robinho (Pato 61'), Ibrahomivic

INTER: Julio Cesar; Ranocchia, Samuel, Chivu; Zanetti, Thiago Motta, Stankovic (Pazzini 74'), Obi (Castaignos 81'); Alvarez (Faraoni 63'), Sneijder, Eto'o
( mfi / arp )

Sunday, June 26, 2011

2010-2011 Scudetto ke 18 Milan

Akhirnya Milan mengakhiri masa paceklik scudetto yang sudah sejak tahun 2004 tidak menempel di jersey Milan. Hal ini juga membuat gelar scudetto Milan menjadi 18, kurang dua lagi untuk mendapat bintang kedua.
Gelar scudetto Milan di tahun ini tidak terlepas dari direkrutnya Zlatan Ibrahimovic dari Barcelona, Robinho dari Manchester City dan Antonio Cassano dari Sampdoria. Pelatih Milan tahun ini juga ganti, namun pergantian ini belum bisa dikatakan memberi perubahan signifikan pada permainan Milan, masih perlu pembuktian bagi Massimiliano Allegri untuk membuat dia disebut sebagai kunci juara Milan. Di awal musim, Milan melepas Marco Borriello, Klaas Jan Huntelaar, Ronaldinho, dan di akhir musim Milan juga melepas Andrea Pirlo ke Juventus. Tampaknya Milan benar-benar ingin bermetamorfosis, namun memang sebaiknya begitu, karena sekarang musuh-musuh Milan begitu kuat, tidak cukup hanya mengandalkan muka-muka lama. Peruntungan harus dicoba dengan menggunakan tenaga-tenaga baru. Milan juga merekrut pemain berusia 18 tahun awal musim 2011-2012 bernama Stephane El Sharaawy dari Genoa yang bermain impresif untuk Padova musim lalu. Kita lihat saja, siapa saja pemain yang akan direkrut Milan selanjutnya. Forza Milan!