Akhirnya Milan mengakhiri masa paceklik scudetto yang sudah sejak tahun 2004 tidak menempel di jersey Milan. Hal ini juga membuat gelar scudetto Milan menjadi 18, kurang dua lagi untuk mendapat bintang kedua.
Gelar scudetto Milan di tahun ini tidak terlepas dari direkrutnya Zlatan Ibrahimovic dari Barcelona, Robinho dari Manchester City dan Antonio Cassano dari Sampdoria. Pelatih Milan tahun ini juga ganti, namun pergantian ini belum bisa dikatakan memberi perubahan signifikan pada permainan Milan, masih perlu pembuktian bagi Massimiliano Allegri untuk membuat dia disebut sebagai kunci juara Milan. Di awal musim, Milan melepas Marco Borriello, Klaas Jan Huntelaar, Ronaldinho, dan di akhir musim Milan juga melepas Andrea Pirlo ke Juventus. Tampaknya Milan benar-benar ingin bermetamorfosis, namun memang sebaiknya begitu, karena sekarang musuh-musuh Milan begitu kuat, tidak cukup hanya mengandalkan muka-muka lama. Peruntungan harus dicoba dengan menggunakan tenaga-tenaga baru. Milan juga merekrut pemain berusia 18 tahun awal musim 2011-2012 bernama Stephane El Sharaawy dari Genoa yang bermain impresif untuk Padova musim lalu. Kita lihat saja, siapa saja pemain yang akan direkrut Milan selanjutnya. Forza Milan!
Sunday, June 26, 2011
Sunday, October 18, 2009
2009-2010, masa suram Milan
Dimulai dengan dijualnya Kaka ke Real Madrid, pindahnya Carlo Ancelotti ke Chelsea, pensiunnya Paolo Maldini, sang kapten yang sudah menjadi pemain Milan sejak dia masih menjadi pemain junior, Milan mulai menunjukkan kemunduran musim 2009-2010 ini. Pada laga-laga pra-musim pun, hasil tidak menyenangkan sudah dimulai, Milan hanya menang sekali dan itupun melawan Varese, klub gurem dari Serie C dan hanya dengan skor 2-1. Setelah itu, hasil paling mengecewakan lainnya adalah saat kalah 4-0 dari Inter Milan di derby Milan dengan Milan menjadi tuan rumahnya. Yah, mungkin roda Milan sedang ada di bawah, tapi Milanisti akan selalu mendukung Milan. Cepat bangkit Milan, kami mendukungmu.FORZA I ROSSONERI!!!
Thursday, April 30, 2009
Stadion San Siro, Stadion Kebanggaan Kota Milan

"Sejak 1908, dimulai sebuah komedi" (olok-olokan dari Milanisti kepada Internisti-Inter berdiri pada tahun 1908)
Stadion ini dibagi dua oleh kedua klub (atau oleh dua kelompok suporter kedua klub mungkin) menjadi wilayah Utara (Curva Nord) dan wilayah Selatan (Curva Sud) dan Milanisti menempati curva Sud. Di curva Sud inilah sering terlihat setan-setan merah bergentayangan dengan wajahnya yang merah dan tanduk pada kepalanya dan kadang-kadang dengan tongkat dan jubah yang benar-benar dipersiapkan dengan niat ingin menjadi pusat perhatian. Tentunya ini kalau ada pertandingan AC Milan, kalau tidak ada tentu orang ini bisa disangka orang gila dan lebih parah lagi bila pertandingan yang digelar pertandingan Inter Milan, orang ini bisa digiring polisi ke kantornya atau paling parah bisa digebukin oleh para Internisti.
Monday, December 1, 2008
AC Milan-Il Diavolo Rosso-Rossonero-Milanista
AC Milan adalah klub sepakbola asal kota Milano, Italia. Jersey kebanggaan klub tersebut berwarna garis-garis berselang-seling merah dan hitam yang dalam bahasa Italia adalah Rosso (merah) dan Nero (hitam) sehingga AC Milan sering disebut sebagai Rossoneri (memakai akhiran "i" karena jamak, kumpulan dari Rossonero). Dan karena jersey-nya pula Milan sering disebut sebagai Il Diavolo Rosso, dalam bahasa Inggris adalah The Red Devils atau dalam bahasa Indonesia adalah Setan Merah. Namun sebutan dalam bahasa Inggris dan Indonesia tidak lazim dipakai karena merupakan sebutan untuk klub dari kota Manchester, Inggris, yaitu Manchester United.
Suporter Milan sejati yang selalu mendukung Milan dalam suka maupun duka, dalam masa jaya maupun masa suram, dalam tren kemenangan atau tren kekalahan, waktu bergembira mengangkat trofi kemenangan atau waktu menangis karena tidak mencapai hasil yang memuaskan disebut Milanista (atau Milanisti bila banyak).
Dan saya dengan bangga menyebut diri saya sebagai seorang MILANISTA, seorang AC-Milan-Maniac, seorang pencinta Milan sejati (menurut saya lho, boleh-boleh saja dong, hehehe..)yang akan selalu mendukung Milan walaupun saya berada jauh sekali dari kota Milan dan belum pernah pergi ke kota Milan. Karena itu, saya membuat blog ini untuk menulis macam-macam hal tentang Milan untuk bisa dibaca banyak orang.
Suporter Milan sejati yang selalu mendukung Milan dalam suka maupun duka, dalam masa jaya maupun masa suram, dalam tren kemenangan atau tren kekalahan, waktu bergembira mengangkat trofi kemenangan atau waktu menangis karena tidak mencapai hasil yang memuaskan disebut Milanista (atau Milanisti bila banyak).
Dan saya dengan bangga menyebut diri saya sebagai seorang MILANISTA, seorang AC-Milan-Maniac, seorang pencinta Milan sejati (menurut saya lho, boleh-boleh saja dong, hehehe..)yang akan selalu mendukung Milan walaupun saya berada jauh sekali dari kota Milan dan belum pernah pergi ke kota Milan. Karena itu, saya membuat blog ini untuk menulis macam-macam hal tentang Milan untuk bisa dibaca banyak orang.
Subscribe to:
Posts (Atom)




